Tradisi Seni tari Di Wilayah Yogyakarta

Tradisi Seni tari Di Wilayah Yogyakarta

Yogyakarta  adalah kota yang terkenal dengan kota pelajarnya. Sebagai kota pelajar, Jogja tentunya memiliki banyak ragam budaya dan seni yang masih dipertahankan oleh masyarakatnya. Bahkan, beberapa kesenian tradisional Jogja masih rutin ditampilkan di acara-acara tertentu, seperti pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan acara tertentu. Nah buat yang mau tau seni yogyakarta simak artikel selanjutnya.

Daftar Model Seni Unik Di Yogyakarta

Tradisi Seni tari Di Wilayah Yogyakarta

Beragam kesenian Yogyakarta selalu terbukti populer di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Alat-alat ini meliputi:

kethoprak

Kethoprak adalah seni pertunjukan tradisional yang mirip dengan Yang orange. Kisah yang ditampilkan juga berkaitan dengan Kerajaan Mataram, Kerajaan Islam Jawa. Oh ya, dulu Yogyakarta adalah bagian dari Kerajaan Mataram. Pemain kethoprak mengenakan kostum tradisional Jawa yang disesuaikan dengan perannya. Ada juga yang mengiringi gamelan dan lagu persatuan.

Wayang kulit adalah salah satu seniman Jogja yang menuturkan wayang seperti Ramayana dan Mahabarata. Cerita yang disajikan kebanyakan adalah cerita klasik seperti Dewa Ruci, Gatotokaca Deyr atau tentang Petruk Dadi Ratu (Petruk Jadi Ratu). Dalang sering membuat cerita baru, namun tidak meninggalkan bentuk dan lambang boneka serta tetap kaya akan makna. Wayang Wong atau yang banyak kita ketahui tentang wayang orang adalah kegiatan yang mirip dengan wayang kulit. Hanya saja para pemainnya tidak memakai boneka dalang palsu, tapi mereka adalah manusia biasa. Wayang Gulick merupakan kesenian daerah Jogja yang terbuat dari kayu. Kisah yang terjadi seringkali bersumber dari kisah Minak.

Munculnya Ritme Dan Gerak Tari Baru

Jathilan adalah penari yang menggunakan lambang pahatan kuda Parongan dan dilengkapi dengan benda-benda magis. Tarian ini biasanya dimainkan dengan berbagai alat musik seperti saron, bindi, kendang, lauk dan lainnya. Kedua sisi karawitan adalah permainan tradisional Jawa berupa musik tradisional Jawa yang dibawakan oleh kelompok Wiyaga diiringi lagu Waranggono dan Wiraswara atau uyon-uyon. Ada juga yang tidak menggunakan scene musik Waranggono atau Wiraswara. Namanya biasanya Soran. Kreasi tari baru seni tari Jawa dan Kroasia terus berkembang dengan munculnya ritme dan gerak tari baru. Salah satu pelopor seni tari kreatif baru adalah kesenian Bagong Kusudiarjo yang seni pahatnya terletak di kawasan Gunung Sempu, Kabupaten Bantul.

Sendratari Ramayana sendratari Ramayana memiliki kekhasan karena ceritanya tentang karakter yang baik (seperti Sri Rama di negara Ayodiapala) sebagai lawan dari karakter jahat di Rahwana (rabid maharaja di negara Alinka). Hal yang istimewa tentang tarian ini adalah para penari berlutut atau jingqing selama percakapan dan menyanyikan lagu “mencela diri sendiri”. Kisah Langin Mandra dan Wanara diambil dari kisah Ramayana dengan lebih banyak wanara / monyet.

Perayaan Kedamaian Rakyat Yogyakarta

Labuhan ini adalah adat istiadat Yogyakarta yang telah dipraktekkan sejak era Islam Mataram pada abad ke-14. Orang-orang yoga percaya bahwa dengan dirayakannya perayaan ini akan tercipta kedamaian dan kemakmuran yang akan selalu Tuhan limpahkan. Sementara Keraton merayakan festival-festival tersebut, festival-festival ini terus berkembang dalam kehidupan komunitas secara keseluruhan, dengan tujuan membuat pertunjukan ini bertahan lama.

Inti dari acara ini adalah pemberian hadiah atau ucapan terima kasih ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi kepada leluhur raja-raja kuno. Doa dipanjatkan dalam Islam untuk keamanan, kemakmuran dan kedamaian rakyat Yogyakarta dan Indonesia. Demikian 10 seniman Jogja yang masih dilestarikan dan dilestarikan oleh masyarakat. Dengan kekayaan Indonesia yang melimpah ini, kami berharap dapat berkontribusi untuk kelestarian kesenian ini.

Spread the love